ISC Gelar Diskusi Internal, Bahas Geoekonomi dan Geopolitik untuk Rekomendasi Presiden Prabowo Subianto

 IKAL Strategic Center (ISC) menggelar diskusi internal dengan menghadirkan para tokoh guna membahas perkembangan ekonomi Indonesia dan dinamika global, termasuk persoalan geopolitik serta geoekonomi, di Sekretariat IKAL Strategic Center (ISC), Jakarta, 15 September 2025.

Hadir dalam diskusi ini antara lain Ketua ISC Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, Sekretaris ISC Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, SH., MH., Mayor Jenderal TNI (Purn) Hendardji Soepandji, Ketua Bidang Ekonomi ISC Prof. Dr. Paul Soetopo Tjokronegoro, MA., MPA, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Prof. Dr. Ending Fajar, SE., MA., dan Kepala Humas DPP IKAL Lemhannas Drs. Djoko Saksono, MBA.

Forum diskusi ini menjadi penting karena cenderung mampu menjembatani refleksi akademis dengan kebutuhan praktis pemerintahan. Forum semacam ini sangat strategis, sebab Indonesia membutuhkan wadah nonformal yang mampu menyediakan analisis jangka menengah hingga panjang, sesuatu yang kerap tidak dapat dilakukan birokrasi karena terikat rutinitas administratif.

Manfaat terbesar diskusi bukan hanya pada keluaran berupa dokumen, melainkan pada proses deliberatif yang mempertemukan berbagai perspektif. Dengan hadirnya para pakar dari ISC  pembahasan menjadi lebih tajam. “Dalam konteks ekonomi global yang penuh ketidakpastian, seperti rantai pasok yang rapuh, disrupsi teknologi, dan tekanan geopolitik, forum ini bisa dimanfaatkan Indonesia,” ujar Ketua ISC Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri di sela-sela acara.

Sementara itu Mayor Jenderal TNI (Purn) Hendardji Soepandji, dalam kesempatan ini juga memberikan pandangan, yang menekankan pentingnya kualitas metodologi dalam penyusunan rekomendasi. Menurutnya, diskusi yang hanya berlandaskan opini tanpa data empiris berisiko bias dan sulit dipertanggungjawabkan. “Kita perlu data yang kuat, analisis skenario, serta pemetaan risiko yang mendalam. Rekomendasi bukan sekadar normatif, tetapi harus fleksibel menghadapi perubahan global yang cepat,” tegas Mayor Jenderal TNI (Purn) Hendardji Soepandji.

Senada dengan itu, Prof. Dr. Ending Fajar, SE., MA juga menjelaskan bahwa rekomendasi yang ideal dengan bahasa yang halus. “Di sinilah pentingnya menyusun peta jalan implementasi yang jelas, dengan indikator keberhasilan, perkiraan biaya, serta mekanisme evaluasi. Tanpa itu, rekomendasi hanya akan menjadi dokumen yang indah di atas kertas,” ujar Prof. Dr. Ending Fajar, SE., MA.

Dari sisi substansi, para tokoh ISC ini  menilai bahwa diskusi mengenai geoekonomi dan geopolitik membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat strategi nasional. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat mendorong diversifikasi pasar ekspor, memperkuat daya saing industri strategis, serta membangun ketahanan terhadap guncangan eksternal.

Dalam forum ini dirumuskan menjadi makalah rekomendasi yang nantinya akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai masukan kebijakan.  ISC sendiri bukan pertama kali mengangkat isu strategis. Sebelumnya lembaga ini pernah membahas tema “perang ekonomi” dan juga “Indonesia di pusaran geopolitik global 2025–2045”. Hal itu menunjukkan konsistensi ISC dalam memosisikan diri sebagai pusat pemikiran strategis yang menatap jangka panjang.

“Indonesia sedang menghadapi transisi besar: transformasi energi, digitalisasi, persaingan teknologi global, hingga pergeseran pusat gravitasi ekonomi ke Asia. Diskusi semacam ini adalah modal penting agar Presiden tidak hanya merespons peristiwa, tetapi juga mampu memimpin arah perubahan,” imbuh Ketua ISC Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri.

Dengan demikian, hasil diskusi internal ISC bukan sekadar wacana, melainkan diharapkan menjadi kompas strategis yang membantu pemerintah mengarahkan pembangunan nasional di tengah pusaran geopolitik dan geoekonomi global yang semakin kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *